Tentang Masjid Jami' Hayatul Islamiyah

Masjid Jami' Hayatul Islamiyah

 

Sejarah singkat Masjid Jami' Hayatul Islamiyah

Pada mulanya sebuah musholla yang di bangun oleh seorang memiliki tanah cukup luas di Kuningan Timur Setia Budi, beliau bernama Hasan Raji sehingga mushollah tersebut diberi nama Musholla Kong Raji. Karena di makan usia bangunan musholla tersebut sudah hampir rusak semua, maka dengan di prakarsai oleh tiga orang yaitu: 1. H. Miun 2. Pak Ismai 3. Drs. Abdul Madjid Iskandar melakukan pencarian dana, dengan izin Allah SWT syukur Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan uang pun terkumpul dari hamba Allah dan langsung mereka gunakan untuk pembangunan pada tahun 1968 adapun sebagai tukang adalah bapak Abdul Aziz. Setelah di bangun pada tahun 1968 maka dengan rahmat Allah SWT kemudian bapak H. Abdul Madjid Iskandar memberikan nama Musholla Hayatul Islamiyah.

Kemudia tahun 1973 pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin musholla di gusur karena akan diperuntukkan perluasan gelanggang Mahasiswa Kuningan Jakarta. Atas permintaan pak Abdul Aziz karena ditempat tinggalnya belum ada Musholla maka dipindahkan ke Tanjung Barat RT.009 RW.02 Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan pada saat itu belum ada pemekaran wilayah masih masuk wilayah kecamatan Pasar Minggu, namun saat ini menjadi Tanjung Barat RT.011 RW.02 Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan. 

Musholla pun akhirnya berdiri di Jalan Gintung RT.11 RW.02 Kel. Tangjung Barat Kec. Jagakarsa Kota Administrasi Jakarta Selatan dengan bangunan satu lantai yang didirikan di atas tanah wakaf pemberian bapak H. Aliyas bin Ramidin pada tahun 1984 dengan luas tanah 200 m2. Tanah tersebut tersertifikat pada  tanggal 25 Januari 1999 dengan nama Nadzir antara lain:

Abdul Azis                  ( Ketua )

Haji Matamin              ( Bendahara )

Rochmat Bin Sahmid   ( Sekretaris )

M. Arief                      ( Seksi Dana )

Matali                         ( Seksi Humas )

Dikarenakan semua nama-nama Nadzir tersebut diatas telah meninggal dunia maka berdasarkan hasil musyawarah di pilih pengganti dari Nadzir tersebut adalah sebagai berikut:

Nanang Gunawan, S.Pd.I., M. Pd.                 ( Ketua )

Noviar Mona, S.T.                                        ( Bendahara )

Kristiyono, S.Kom., M.Pd.                             ( Sekretaris )

Muhammad Yasin                                        ( Seksi Dana )

Sarbini                                                       ( Seksi Humas )

Menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan kapasitas jamaah, kemudian bangunan mushola di renovasi menjadi dua laintai dengan luas bangunan menjadi 400 m2, renovasi di lakukan mulai tahun 2009 dan selesai tahun 2015 dengan dana swadaya masyarakat, dan di resmikan menjadi Masjid Jami' Hayatul Islamiyah pada tanggal 2 Februari 2022. Adapun bangunan dua laintai di fungsikan sebagai berikut:

  1. Bangunan bagian atas untuk ibadah rowatib dan saat hari raya besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha bangunan atas dan bawah dapat di gunakan untuk sholat dengan daya tampung jamaah mencapai 250 orang pada bagian atas serta balkon dan 200 orang pada bagian bawah.
  2. Sedangkan pada bangunan bawah disamping untuk ibadah ketika di hari raya besar juga difungsikan untuk aula. Dimana jamaah dan masyarakat sekitar dapat menggunakan aula tersebut untuk keperluannya mengingat padatnya pemukiman penduduk sehingga masyarakat sekitar memerlukan tempat ketika akan melaksanakan hajatan dan lain sebagainya. Namun untuk dapat menggunakan aula tersebut harus mengajukan ijin ke DKM terlebih dahulu, dan kepada pengguna dimohonkan kesediaannya mengisi kotak amal untuk keperluan pembiayaan listrik dan perawatan. Disamping itu aula juga di manfaatkan untuk sarana olahraga seperti tenis meja.

Berita terbaru Masjid Jami' Hayatul Islamiyah

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa  Pandemi Covid-19

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa Pandemi Covid-19

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ للهÙ..